Kembali

Saat ini, jam di telepon genggamku menunjukkan pukul 1:50 AM. Aku kembali membuka laptop dan mengetik kata “saaktubu” di kolom pencari google dan muncul opsi link “kakuwa.wordpress.com”. Aku mengkliknya dan aku lihat halaman home blog ini yang sangat sepi tapi bermemori–walaupun memorinya ga penting-penting banget.

Sudah lama sekali aku gak berurusan dengan blog. Saking lamanya, aku sampai lupa cara sign in ke blog sendiri. Untung kakak kelasku, kak Nadia masih bangun. Kak Nadia ini sudah lama menjadi blogger yang berpengalaman lho! Kalau ada yang mau tengokin blognya silakan diklik link ini ya. Nah, beberapa menit sebelumnya kak Nad kasih tau aku untuk kunjungi situs wordpress.com, lalu sign in dari sana.

Setelah sign in, aku membaca-baca postinganku terdahulu. Malu rasanya melihat tulisan sendiri yang masih ada banyak kesalahan dalam penggunaan kata. Karena itu aku menyunting beberapa kalimat lalu aku update. Aku iseng memeriksa angka views, likes, visitors, dan comments. Ternyata keempatnya menunjukkan angka nol!! xD Aku kaget melihat ternyata postingan aku yang lama itu diunggah, betul-betul gak kerasa waktu berjalan.

“Saaktubu” adalah nama blog ini saat aku pertama kali kubuat, setahun yang lalu. Saaktubu sendiri adalah bahasa Arab, yang berarti “Aku akan menulis”. Nah, barusan setelah aku pikir-pikir, nama itu kurang tepat karena akan berarti kan belum. Jadi aku mengubah namanya menjadi “aktubu” yang berarti menulis.

Ada dua alasan kenapa aku kembali ingin melanjutkan menulis blog. Pertama, liburan sebelum kuliah ini cukup lama tapi sayangnya aku mengisinya dengan hal-hal yang tidak terlalu berguna. Karena merasa bersalah, aku berpikir untuk menulis dan berbagi pengalaman-pengalaman hidupku yang begitu menarik yang sudah lama dibiarkan tersimpan lama di hati.

Kedua, karena sebentar lagi aku akan memasuki dunia perkuliahan yang tentunya dipenuhi tugas-tugas menulis, seperti essay, karya ilmiah, makalah, dan nantinya skripsi. Kata ibu kemampuan mengetik cepat dengan 10 jari, atau istilahnya touch typing itu bagaikan senjata bagi para mahasiswa. Kalau sudah bisa touch typing, apa-apa gampang di kuliah katanya. Sebetulnya ibu sudah berpesan untuk latihan menulis sejak aku masih SMP, tapi baru sekarang aku benar-benar melaksanakannya.

Dulu itu aku males banget menulis, betul-betul berat rasanya. Namun, alhamdulillah akhir-akhir ini aku mulai bisa menikmati kegiatan menulis. Belakangan ini aku mulai rutin menulis juga, tepatnya setelah ayah membelikanku laptop baru setelah laptop abalku rusak-rusak dari tahun lalu. Sebagai rasa syukur atas kebaikan ayahku yang sudah membelikan laptop baru dengan harga yang pasti lebih dari harga lima kali lipat tagihan listrik, aku ingin menunjukkan hasil yang nyata dan membanggakan. Dan satu-satunya cara yang paling mungkin aku lakukan dalam waktu dekat adalah menuliis.

Semoga mulai sekarang bisa lebih istiqomah hehe, aamiin.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s