Review Buku Awe-Inspiring Me

Review Buku Awe-Inspiring Me karya Dewi Nur Aisyah

Kali ini aku ingin menulis tentang kesanku terhadap buku Awe-Inpiring Me yang ditulis oleh seorang muslimah hebat bernama Dewi Nur Aisyah, semoga Allah Ta’ala selalu merahmati beliau dan keluarganya.

Buku ini aku tau dari kakak kelasku yang sedang melanjutkan studi di Jepang saat ini, namanya kak Nadia. Saat itu aku hendak curhat ke beliau tentang hikmah dan pelajaran yang dapat dipetik dari tidak tercapainya impian menjadi dokter. Setelah aku bercerita ke kak Nadia, ia tidak memberikan aku tanggapan apa-apa, namun menyarankanku untuk membaca buku yang berjudul “Awe-Inspiring Me” yang ditulis oleh seorang perempuan yang telah melewati apa yang aku alami sekarang. Kak Nadia bilang beliau dulu juga ingin belajar di FKUI namun berakhir diterima di FKMUI, sama seperti aku. Kak Nadia juga bilang buku itu sangat bagus, dia banyak menadapatkan inspirasi dari buku itu katanya.

Melihat Kak Nadia yang penuh semangat menceritakan tentang buku ini, aku menjadi tertarik membacanya. Aku pun bertanya di mana aku dapat membeli buku itu, rupanya kata Kak Nadia bukunya dijual di Gramedia. Maka beberapa hari setelah pertemuan itu, aku pergi ke Gramedia di Aeon Mall BSD City untuk mendapatkan buku itu. Kemudian aku memulai membacanya begitu duduk di mobil, dalam jalan pulang.

Aku membaca buku ini dengan penuh antusias, aku berkali-kali dibuat kagum dengan isinya. Buku ini bukan suatu novel, tapi berisi dorongan untuk para muslimah agar terus mengejar mimipi—terutama dalam hal pendidikan—setinggi-tingginya dengan menyertakan Allah dalam setiap langkah yang ditempuhnya. Benar seperti kata-kata endorse orang-orang yang ada di halaman bagian awal, buku ini mesti dibaca setiap pelajar muslimah. Buku ini benar-benar bagus, MaasyaaAllah!

Buku ini menjelaskan bagaimana muslimah berjilbab panjang tidak akan terhalang dari mengejar pendidikan tinggi maupun berperan penting dalam dunia sosial, selama kita berusaha dengan cara yang efektif dan tidak lupa untuk menyertakan Allah dalam setiap langkah. Beliau menggunakan pengalamannya sebagai bukti dari apa yang ia tulis (bahwa muslimah pun mampu meraih banyak prestasi).

Saya sangat tersentuh saat membaca buku ini karena kisah beliau sangat mirip denganku. Maksudnya, saya dan Kak Dewi ini sama-sama ingin menjadi dokter namun Allah jadikan kami diterima di FKMUI. Tumpukan prestasi yang ia dapat dengan menjalankan studi di FKMUI menghapus keraguanku terhadap diriku yang gagal menjadi dokter dan masuk FKM yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.

Setelah pengumuman SBMPTN, aku sungguh kecewa dengan hasilnya. Aku bukan diterima di FKUI, melainkan diterimanya di FKMUI. Saat itu aku betul-betul kecewa karena aku tidak pernah membayangkan diriku melanjutkan studi di FKM. Walau aku tau itu yang terbaik dari Allah, hatiku penuh keraguan akan jalan itu karena tak punya bayangan tentang prospek kerja dan sebagainya setelah lulus dari sana.

Alhamdulillah, Allah jadikan aku membaca buku ini. Kak Dewi ini menerima hasil UMPTN yang sama denganku dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur. Dan MaasyaaAllah dengan izin Allah ia berhasil mencetak berbagai prestasi dengan posisinya di FKM itu. Ia bahkan bisa masuk organisasi kesehatan berkelas intenasional seperti WHO. Membaca prestasi yang ia dapat, aku menjadi terinspirasi untuk memanfaatkan semua kesempatan yang telah Allah berikan padaku.

Buku ini juga memuat nasehat tentang penggunaan waktu yang baik dengan tidak membuang-buang waktu untuk hal yang sia-sia, yaitu hal yang tidak mendatangkan manfaat di dunia maupun di akhirat, seperti mejelajahi feed di Instagram, timeline orang lain, stalking para selebritis, dan lainnya. Mungkin kegiatan tersebut bisa memberi sedikit hal yang positif, namun tentu tidak lebih banyak dari kemudharatan maupun kesia-siaan yang didapat. Nasehat ini bagaikan peringatan yang Allah berikan ke aku secara tidak langsung karena memang lebih dari 50% iburan ini aku habiskan dengan kesia-siaan. Buku ini mengajarkan betapa banyak hal bermanfaat yang dapat dilakukan dalam ratusan jam yang terbuang dengan sia-sia itu. Misalnya dengan menambah hafalan, menambah ilmu Islam, menambah ilmu dunia, dll. Tapi memang, namanya nafsu susah dilawan, makanya hadiahnya surga Allah.

Selain itu, buku ini mengajarkan beberapa hal penting yang perlu diingat kembali bagi semua muslimah. Tentang menjaga diri dari fitnah dunia yang semakin marak, menjaga diri dari interaksi dengan non mahram yang tidak pantas, melakukan aktivitas dunia demi mencari ridho Allah semata, dan sebagainya.

Mungkin susah aku sampaikan tentang betapa bagusnya buku ini jadi silakan dibaca sendiri bukunya. Bukunya enak dibaca kok! Isinya menarik dan komunikatif! Sangat sayang kalau buku ini gak dibaca banyak muslimah Indonesia, dijamin deh gak akan rugi menghabiskan waktu untuk membacanya ^^

Selamat Membaca!

Note :

Terimakasih Kak Nadia udah menyarankanku untuk membaca buku ini! Baarakallahu fiiki kak ❤

Terimakasih juga kak Dewi yang sudah berbagi ceritanya ^^ sangat bermanfaat kak, jazaakillahu khairan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s